Minggu, 21 April 2013

Saat Cintamu Hancur Berkeping keping


“Rasanya perih, dadaku sesak, bingung dan sakit!” seorang remaja berkomentar soal dirinya yang sedang diputus cinta. Rasanya berkecamuk tidak menentu. Kepalanya sering pusing, badannya jadi demam. Kalut, gelisah dan tetap saja tidak mengenakkan. Masa depan sudah gelap, gulita, tanpa penerang dan hilang semua cita cita.

Sedahsyat itukah? Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti.

Yuk kita bahas satu satu. Kedekatan sebuah hubungan. Semakin dekat kamu dengan seseorang maka semakin sakit pula saat kamu putus dengan dia. Mungkin selama ini kamu sudah sangat dekat dengan dia. Apa-apa laporan, sudah makan, sudah minum, sudah ini sudah itu, semuanya dilaporkan. Sampai sampai heran juga itu pacar apa satpam kos-kosan. Pokoknya posisi kamu sama dia sudah dekat banget kayak lem sama kertas. Posisi kayak gini nih yang bahaya. Selain dilarang Islam, resiko sakitnya pas putus lebih “berdarah-darah” deh. Bisa-bisa mata kamu bengkak karena nangis melulu. Maka saran saya nih, mending tidak perlu pacaran, sebab endingnya bakalan nyusahin diri sendiri. Jaga diri dan tetep jomblo sampai halal.

Kedua soal lamanya sebuah hubungan. Semakin kamu lama kenal dia, maka semakin sakit pula saat perpisahan itu tiba. Sudah terlalu banyak memori yang harus dikenang. Kebersamaan yang ada selama ini, harus hilang ditelan bumi. Keindahan yang tercipta berdua harus kandas di tengah jalan. Waktu yang membersamai berdua harus berhenti, dan menyisakan luka nan dalam. Luka itu menganga tajam, setajam silet. Sreeett! Jadi bakalan bikin nangis melulu menguras air mata berhari hari, karena tidak mau kehilangan dia. Ujung ujungnya bisa galau tingkat lanjut, yang membahayakan diri dan keluarga kamu.

Ketiga,kemudahan mencari pasangan pengganti. Kalau sudah kenal cinta, dan menganggap bahwa mencintai itu berarti memacari, pasti jadinya kayak gini. Setelah selesai dengan satu cowok, maka akan segera mencari pengganti cowok tersebut. Padahal, remaja harusnya fokus saja ngejar cita cita. Perasaan yang sementara muncul anggap saja sebagai sebuah hiburan sesaat yang tidak perlu ditindaklanjuti. Simpan saja sampai Allah menghalalkan kamu dan dia bersama. Tidak usah pacaran. Kalau sekarang jalilan cinta itu putus, anggap saja itu sebagai pelajaran berarti. Hikmahnya kamu harus tetap fokus belajar. Jangan tengak tengok kiri dan kanan.

Jadi sekarang semuanya serba jelas kan, bahwa cinta yang putus itu berbahaya. Bisa membuat linglung dan sempoyongan. Maka Cuma satu cinta yang tidak akan mengecewakan, mencintai Allah dan orang orang yang dicintainya. Itu kagak bakalan bikin sakit hati dan jengkel. Hidup jadi lebih mantab, bermakna dan hebat!
“Rasanya perih, dadaku sesak, bingung dan sakit!” seorang remaja berkomentar soal dirinya yang sedang diputus cinta. Rasanya berkecamuk tidak menentu. Kepalanya sering pusing, badannya jadi demam. Kalut, gelisah dan tetap saja tidak mengenakkan. Masa depan sudah gelap, gulita, tanpa penerang dan hilang semua cita cita.

Sedahsyat itukah? Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti.

Yuk kita bahas satu satu. Kedekatan sebuah hubungan. Semakin dekat kamu dengan seseorang maka semakin sakit pula saat kamu putus dengan dia. Mungkin selama ini kamu sudah sangat dekat dengan dia. Apa-apa laporan, sudah makan, sudah minum, sudah ini sudah itu, semuanya dilaporkan. Sampai sampai heran juga itu pacar apa satpam kos-kosan. Pokoknya posisi kamu sama dia sudah dekat banget kayak lem sama kertas. Posisi kayak gini nih yang bahaya. Selain dilarang Islam, resiko sakitnya pas putus lebih “berdarah-darah” deh. Bisa-bisa mata kamu bengkak karena nangis melulu. Maka saran saya nih, mending tidak perlu pacaran, sebab endingnya bakalan nyusahin diri sendiri. Jaga diri dan tetep jomblo sampai halal.

Kedua soal lamanya sebuah hubungan. Semakin kamu lama kenal dia, maka semakin sakit pula saat perpisahan itu tiba. Sudah terlalu banyak memori yang harus dikenang. Kebersamaan yang ada selama ini, harus hilang ditelan bumi. Keindahan yang tercipta berdua harus kandas di tengah jalan. Waktu yang membersamai berdua harus berhenti, dan menyisakan luka nan dalam. Luka itu menganga tajam, setajam silet. Sreeett! Jadi bakalan bikin nangis melulu menguras air mata berhari hari, karena tidak mau kehilangan dia. Ujung ujungnya bisa galau tingkat lanjut, yang membahayakan diri dan keluarga kamu.

Ketiga,kemudahan mencari pasangan pengganti. Kalau sudah kenal cinta, dan menganggap bahwa mencintai itu berarti memacari, pasti jadinya kayak gini. Setelah selesai dengan satu cowok, maka akan segera mencari pengganti cowok tersebut. Padahal, remaja harusnya fokus saja ngejar cita cita. Perasaan yang sementara muncul anggap saja sebagai sebuah hiburan sesaat yang tidak perlu ditindaklanjuti. Simpan saja sampai Allah menghalalkan kamu dan dia bersama. Tidak usah pacaran. Kalau sekarang jalilan cinta itu putus, anggap saja itu sebagai pelajaran berarti. Hikmahnya kamu harus tetap fokus belajar. Jangan tengak tengok kiri dan kanan.

Jadi sekarang semuanya serba jelas kan, bahwa cinta yang putus itu berbahaya. Bisa membuat linglung dan sempoyongan. Maka Cuma satu cinta yang tidak akan mengecewakan, mencintai Allah dan orang orang yang dicintainya. Itu kagak bakalan bikin sakit hati dan jengkel. Hidup jadi lebih mantab, bermakna dan hebat!

Jumat, 19 April 2013

Bunga Edelweis

Bunga Edelweiss dikenal dengan bunga abadi, yang hanya tumbuh di ketinggian di atas 1500 mdpl. Mereka tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Saat bunga ini dipetik dan disimpan ditempat yang kering dan menjaga temperatur ruangan agar tetap dingin dan lembab, bunga ini tidak akan berubah warna, seolah tetap hidup dan abadi. Inilah istimewanya sehingga ia sering menjadi lambang cinta sepasang kekasih.


Pada zaman dahulu kala, ada kerajaan di puncak gunung yang dijaga oleh peri - peri salju, di sana terdapat istana yang dihuni oleh seorang Ratu Salju. Suatu hari, ada seorang pendaki yang sampai di istana itu dan bertemu dengan Ratu Salju hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Akan tetapi peri - peri penjaga istana itu iri pada sang pendaki yang mendapatkan hati sang Ratu sehingga segala macam cara dilakukan agar pendaki itu menjauh dari istana, tanpa sepengetahuan sang Ratu.

Namun pendaki itu tetap tangguh berjuang sampai akhirnya dia terjatuh ke lembah yang jauh dari istana karena peri - peri salju itu. Sang Ratu salju tak mengerti apa kesalahannya sampai pendaki itu pergi, dia sedih sekali.

Tahun demi tahun belalu. Sampai akhirnya tahu kalau pendaki itu sudah menikah dengan seorang gadis kampung biasa. Tanpa disadari, kesedihannya itu terlalu mendalam karena merasa dikhianati. Dia terus menangis dan menangis sampai tak terasa tiap tetesan air matanya berubah menjadi bulir - bulir kecil bunga yang cantik, bunga yang tak pernah layu, selalu abadi, seabadi “rasa” sang Ratu Salju pada sang pendaki. Rasa cinta dan mungkin rasa kecewanya. Bunga itulah yang kita kenal dengan bunga Edelweiss....

Edelweiss, nama bunga yang diambil dari bahasa Jerman, edel = noble ( mulia ), weiss = white ( putih ).

Dari namanya, bunga ini melambangkan keagungan, kesucian, keabadian. Selain cantik, bunga lucu ini juga terjaga di puncak gunung, edisi terbatas, sulit didapatkan orang. Hanya pendaki - pendaki tangguh dan terpilih saja yang bisa melihat bunga ini.

Killing Me

Te wo nobashitara todokisou na
Itsu ka ochiru taiyou kogetsuita my wasted dream
Doko e mukau no ka shiri mo shinai
Bakuon ni nosete yoru wo akasu
Mune no kazaana wa mou hodokoshiyou mo nai
Ai sae koborete ochiru
Killing me kowaresou na kurai amaku kuchizukete
Kitto yume wa samenai kono sekai wo tomete
Itsu made mo tokete itai
Hitomi wa akenai de ah broken time
Kakageta seigi wo hatamekase
Chi no hate made mo nuritsubuse
Mujaki ni warau no sa shiranai furi de
Yubisaki ni korogaru mirai
Killing me kowaresou na kurai amaku kuchizukete
Kitto yume wa samenai kono sekai wo tomete
Itsu made mo kuzurenai
Ai wo ima mitsuketa kara ah broken time
Killing me kowaresou na kurai amaku kuchizukete
Kitto yume wa samenai kono sekai wo tomete
Keshite kimi ga soba ni inaku naru mae ni
Kiss me kowaresou na kurai amaku kuchizukete
Itsu made mo tokete itai
Hitomi wa akenai de ah broken time

MEMBUNUHKU  

Ketika aku mengulurkan tanganku, tampaknya seolah-olah aku dapat mencapainya
Mimpiku terbuang terbakar oleh matahari yang akan menetap suatu hari
Aku tidak tahu ke mana aku akan menuju
Melewati malam di raungan
Aku tidak bisa menutup lubang di hatiku
Hingga cintaku tumpah keluar dan jatuh
Membunuh aku, dengan ciuman sehingga meluluhkanku
Tentu saja aku tidak akan bangun dari mimpiku, dunia seakan berhenti
aku merasa meleleh untuk selamanya
aku tidak akan membuka mataku, merusak waktu
memegang tinggi kebenaran yg membawaku
Warna2 keluar ke selurung ujung dunia
kau tertawa polos, pura-pura tidak tahu
Masa depan bergulir di tanganmu
Membunuh aku, dengan ciuman sehingga meluluhkanku
Tentu saja aku tidak akan bangun dari mimpiku, dunia seakan berhenti
aku merasa meleleh untuk selamanya
aku tidak akan membuka mataku, merusak waktu
Membunuh aku, dengan ciuman sehingga meluluhkanku
Tentu saja aku tidak akan bangun dari mimpiku, dunia seakan berhenti
Sebelum kau tidak berada di sisiku lagi
Cium aku, dengan ciuman sehingga meluluhkanku
Membunuh aku, dengan ciuman sehingga meluluhkanku
Tentu saja aku tidak akan bangun dari mimpiku, dunia seakan berhenti
aku merasa meleleh untuk selamanya
aku tidak akan membuka mataku, merusak waktu

NEO UNIVERSE

Katamuki kaketa tenbin no ue e
Kizuki ageteku tenyori mo takaku

Sonna tobenai mujyaki na tennshi nimo
Asa wa todoku azayaka ni

Sono te wo hanasanaide
Mezameru kono sekai wo kanjite

Hibiwaresou de toumei na mama de
Kinou nemurazu matte itan da ne

Yume wo mite ita kiseki wa mou konai kedo
Tooi sora ga michibiite

Anata wa kaze no you ni yasashiku
Tori no you ni jiyuu ni
Kono sekai wo habataku
Kowagarazu ni neo universe

Higeki da toshitemo
Anata ni meguriaete yokatta

Senaka awase no zetsubou wo yudanete
Shinjite itai itsu mademo

Kirei na hana no you ni waratte
Hoshi no you ni kagayaite
Kono sekai wo habataku
Kowagarazu ni neo universe

Umarekawaru kisetsu yo
Setsunasugita kisetsu yo
Sora no you ni hitotsu ni
Musubareyou neo universe


ALAM SEMESTA BARU

Timbangan itu miring bersandar ke atas
Lebih tinggi dari surga yg kita tegakkan

Bahkan untuk seorang malaikat tak berdosa yang tidak bisa terbang
Pagi akan menghampirinya dalam segala kemuliaan

Jangan lepaskan tangan itu
Rasakanlah kebangkitan dunia ini

Meskipun aku tampaknya retak, semuanya jelas
Karena aku menunggunya dari kemarin tanpa tidur

Keajaiban yg aku lihat dalam mimpiku belum datang tapi
Jarak langit menuntunku

Kau, lembut seperti angin,
Bebas seperti burung,
Kepakkan sayapmu di dunia ini
Tanpa rasa takut,di alam semesta baru

Meskipun terjadi sebuah tragedi,
semua akan baik2 saja karena aku berjumpa dirimu

Kupercayakan diriku padamu dalamsituasi apapun karena kita berada bersama
Aku selalu percayakan diriku padamu

Tertawa, seperti bunga yang cantik
Bersinar, seperti bintang
Kepakkan sayapmu di dunia ini
Tanpa rasa takut,di alam semesta baru

Musim baru telah lahir kembali
Ini musim yang terlalu menyakitkan untuk menjadi beban
Seperti langit, mari kita bersatu
di alam semesta baru
  Kaze Ni Kienaide
 
nijiiro ni kagayaku suteki na toki dakara
kaze ni fukaretiru kimi o miteitai
moo hitori no boku ga
DOA o NOKKU shitsuzukete iru
mitsumete itai kara?
mada mesame rarenai kimi o
aa nani mo kamo subete oite oide
fukai nemuri no mukoo gawa e ima no uchi ni
ame agari no sora ni
natsu no kodoo ga kikoete iru
"moo kowa ga ranaide ii yo"
boku wa NOKKU shitsuzukete iru
aa nani mo kamo tada no tokei jikake
haguruma no kake ta mirai sae tanoshimeru yo
lookin' or you
doko made mo tsuzu ku sekai kara
tsure daseta nara
kissin?your mind
awaku yurare sora no hate made
tadori tsuke soo
machichuu ni afure soo na
kono omoi kogarete
iki mo dekinai hodo kimi ni kowareteru

moo ii yo moo ii yo
I always knocking on your door
moo ii yo moo ii yo
I always knocking on
lookin?for you
doko made mo tsuzuku sekai kara
tsure daseta nara
kissin?your mind
te o tsunai da mama
ochiteku no mo warukunai ne
machichuu ni afure soo na
kono omoi kogarete
iki mo dekinai hodo obore soo
niji iro ni kagayaku suteku na toko dakara
kaze ni fukaretiru kimi o miteitai
kono kaze ni kienai yoo ni kimi o tsuka maeta

moo ii yo moo ii yo
I always knocking on your door
moo ii yo moo ii yo
I always

Forbidden lover

 

akhirnya tirai dinaikkan
memulai api dalam perselisihan yang menyertai impian kosong

suatu hari hatiku yang hilang melihat
dosa-dosaku yang berulang kali kutinggalkan untuk kulupakan
yang mendorong pada kesalahan dalam cinta yang kotor ini
membangun surgaku dengan puing-puing

kekasih terlarang... sebuah memori yang samar
bahkan jika aku memegangnya erat, warna tidak datang bersama-sama
diam-diam aku bersumpah, akhir dari cinta yang manis ini adalah kejahatan yang tak terduga

tertutup oleh api pembakaran yang tinggi
hidupku tersita disebuah bahtera yang terbalik
mata yang takut menengadah ke langit
meneriakkan nama tuhan

hatiku ini tertiup tinggi ke langit
berputar lebih liar dari mimpi burukku membebaskan perasaanku padamu
kecerahan ini dibebaskan sangat jauh
hari yang akan segera datang
dimana aku akan pergi kejalan yang sama lagi, bukan?

aaa..
kekasih terlarang...
kekasih terlarang...
kekasih terlarang...
kekasih terlarang...
SHINSOKU / LOSE CONTROL
 
I lose control togireta kokoro sotto kaze ni sarawarete
(hati yang telah putus perlahan-lahan tercuri oleh angin)
boku wa ten o aogu
(aku mendongak ke arah surga)

I lose controlfusagarete yuku anata sae
(walaupun kau menutup dirimu)
kizukazu ni kowashite shinai sou
(tidak menyadari bahwa kau rusak tak diketahui)
Good-morning Mr. Fear 

kakusei sareta no wa nakushiteta kizu ato
(kenyataan telah menghilangkan bekas luka)
kono karada ga ubawareteku
(merengut badan ini)
yakitsukusu taiyou kage o kuroku someru
(habis terbakar oleh matahari, bayangan tercelup hitam)
mou tomaranai hanasanai de
(aku tak dapat berhenti, jangan tinggalkan aku)

[I lose control, I lose control]

I lose controlharu meku toki ni mada osanai hitomi wa shuumaku o osoreta
(di waktu yang menunjukkan musim semi, mata kekanakan itu masih takut dengan sebuah akhir)

I lose controlhirahira ukabu chouchou wa tsuka maerare haritsu kerareteta ne りつけられてたね
(kupu-kupu yang mengapung, menangkapnya menempelkannya di papan)
Good-morning Mr. Fear 

kakusei sareta no wa nakushiteta kizu ato
(kenyataan telah menghilangkan bekas luka)
osaerarenai kono ude sae
(asalkan lengan ini tidak pernah takut)
yakitsukusu taiyou kage o kuroku someru
(habis terbakar oleh matahari, bayangan tercelup hitam)
sou kizukeba waratteita
(jika aku menyadarinya aku telah menertawakannya)

I died then my instinct was bornI died then my instinct was bornI died then my instinct was bornI died then my instinct was borninstinct was born